Menandatangani kontrak penerbitan adalah langkah penting dalam perjalanan seorang penulis menuju publikasi karyanya. Namun, sebelum menyerahkan tanda tangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan seksama. Kontrak penerbitan adalah dokumen hukum yang mengatur hubungan antara penulis dan penerbit, dan setiap detailnya memiliki dampak jangka panjang. Jika anda ingin menerbitkan karya tulis Anda, Anda bisa meminta bantuan jasa penerbitan buku.
Jasa Penerbitan Buku
Jasa penerbitan buku berperan penting dalam membantu penulis mengubah ide dan karya tulis mereka menjadi buku fisik atau digital yang dapat diakses oleh pembaca. Salah satu tahapan utama yang ditangani oleh jasa penerbitan adalah proses penyuntingan, di mana tim penyunting ahli membantu memperbaiki tata bahasa, struktur narasi, dan kekonsistenan informasi dalam naskah. Setelah proses penyuntingan selesai, tim desain grafis bekerja untuk menciptakan tata letak yang menarik dan sampul buku yang menggoda. Jasa penerbitan juga mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan produksi fisik buku, termasuk pemilihan bahan percetakan dan jenis penjilidan.
Selain itu, jasa penerbitan menyediakan solusi distribusi yang luas. Mereka membantu penulis agar bukunya dapat diakses oleh toko buku fisik, toko online, dan saluran distribusi lainnya. Ini memberikan kesempatan bagi buku untuk mencapai audiens yang lebih luas. Selain itu, beberapa jasa penerbitan juga menawarkan layanan pemasaran dan promosi untuk meningkatkan visibilitas buku, termasuk partisipasi dalam acara pameran buku dan kampanye iklan. Penting untuk dicatat bahwa jasa penerbitan buku tidak hanya memfasilitasi produksi fisik, tetapi juga dapat membantu dalam pembuatan versi buku digital atau e-book. Keseluruhan, jasa penerbitan buku memberikan bantuan komprehensif kepada penulis, membantu mereka melewati berbagai tahap dari konsepsi hingga distribusi, sehingga membawa karya tulis mereka ke tangan pembaca dengan lebih efektif.
Jasa penerbit buku yang baik memiliki ciri-ciri tertentu yang mencerminkan dedikasi terhadap kualitas, profesionalisme, dan dukungan terhadap penulis. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang dapat membantu mengidentifikasi jasa penerbit buku yang baik:
- Memberikan informasi yang jelas dan terperinci tentang layanan yang disediakan, proses penerbitan, dan biaya yang terkait.
- Memiliki reputasi yang baik dalam industri penerbitan, dengan testimonial positif dari penulis sebelumnya dan hasil karya yang berkualitas.
- Menyediakan tim penyunting dan korektor teks yang berpengalaman untuk memastikan kualitas dan keakuratan teks.
- Memiliki tim desain grafis yang kreatif untuk menciptakan tata letak buku, desain kover, dan elemen visual lainnya yang menarik dan sesuai dengan tema karya.
- Menyediakan strategi pemasaran dan promosi yang kuat, termasuk manajemen media sosial, iklan, dan partisipasi dalam acara pameran buku.
- Memiliki jaringan distribusi yang luas untuk memastikan buku sampai ke berbagai toko buku dan platform penjualan online.
- Memberikan dukungan dan bimbingan kepada penulis sepanjang proses penerbitan, termasuk konsultasi editorial dan manajemen hak cipta.
- Menyusun kontrak yang jelas dan adil untuk penulis, termasuk pembagian royalti, hak cipta, dan kewajiban masing-masing pihak.
- Menunjukkan responsif terhadap pertanyaan dan kebutuhan penulis, memberikan komunikasi yang efisien dan berkelanjutan.
- Menunjukkan komitmen terhadap kualitas dengan memastikan bahwa setiap karya yang diterbitkan melalui jasa mereka memenuhi standar tinggi.
- Memberikan informasi yang jelas tentang bagaimana pendapatan royalti dihitung dan bagaimana penulis akan menerima pembayaran.
- Bersedia mengadopsi teknologi terbaru dalam industri penerbitan, seperti platform digital, augmented reality, atau inovasi lain yang dapat meningkatkan pengalaman pembaca.
Salah satu jasa penerbitan buku terpercaya adalah Haqqi Publisher. Haqqi Publisher menyediakan berbagai layanan seperti jasa penerbitan buku, jasa penulisan buku, jasa pengurusan HKI. Jangan segan untuk menghubungi tim Haqqi publisher melalui Admin Haqqi Publisher.
Dalam artikel ini, kita akan membahas hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menandatangani kontrak penerbitan.
Hak Cipta dan Lisensi
Hak cipta dan lisensi adalah dua hal yang sangat penting untuk dipahami sebelum menandatangani kontrak penerbitan. Ini adalah aspek yang menentukan bagaimana karya Anda akan dikelola dan digunakan oleh penerbit setelah dipublikasikan. Mari kita bahas lebih dalam mengenai kedua hal ini:
Hak Cipta
Hak cipta adalah hak eksklusif yang diberikan kepada pencipta karya untuk mengontrol penggunaan dan distribusi karyanya. Ketika Anda menulis sebuah buku, Anda secara otomatis memiliki hak cipta atas karya tersebut, tanpa perlu mendaftarkannya. Namun, menandatangani kontrak penerbitan dapat mempengaruhi hak cipta Anda.
Sebelum menandatangani kontrak, pastikan Anda memahami apakah Anda akan tetap memegang hak cipta atas karya Anda atau apakah Anda akan mentransfernya kepada penerbit. Dalam banyak kasus, penerbit akan meminta hak cipta eksklusif atas karya Anda selama periode tertentu, yang berarti bahwa hanya penerbit yang memiliki hak untuk menghasilkan, mendistribusikan, dan memperoleh keuntungan dari karya tersebut. Namun, Anda juga dapat bernegosiasi untuk mempertahankan sebagian atau semua hak cipta, terutama jika Anda ingin mempertahankan kendali atas penggunaan karya tersebut di masa depan.
Lisensi
Lisensi adalah izin yang diberikan kepada pihak lain untuk menggunakan karya Anda dalam cara tertentu. Dalam konteks penerbitan, lisensi yang paling umum adalah lisensi penerbitan. Ini memberikan penerbit hak untuk menerbitkan dan mendistribusikan karya Anda dalam format yang telah disepakati, seperti cetak atau e-book.
Sebelum menandatangani kontrak, penting untuk memahami jenis lisensi yang akan diberikan kepada penerbit. Apakah lisensi tersebut eksklusif atau non-eksklusif? Lisensi eksklusif berarti bahwa hanya penerbit yang memiliki hak untuk menggunakan karya Anda dalam cara yang telah disepakati, sedangkan lisensi non-eksklusif memungkinkan Anda untuk memberikan izin kepada pihak lain juga. Pastikan untuk membaca dengan cermat apakah ada batasan-batasan mengenai penggunaan karya Anda oleh penerbit, serta apakah ada biaya tambahan yang terkait dengan lisensi tersebut.
Hak cipta dan lisensi adalah dua hal yang sangat penting untuk dipahami sebelum menandatangani kontrak penerbitan. Memahami dengan jelas hak Anda sebagai pencipta karya dan bagaimana karya tersebut akan digunakan oleh penerbit dapat membantu Anda menghindari konflik di masa depan dan memastikan bahwa Anda tetap memiliki kontrol atas karya Anda. Jika ada ketidakjelasan atau kekhawatiran mengenai hak cipta atau lisensi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pengacara atau profesional hukum untuk mendapatkan nasihat yang tepat.
Royalti dan Pembayaran
Royalti dan pembayaran adalah aspek penting yang harus dipertimbangkan dengan seksama sebelum menandatangani kontrak penerbitan. Ini menentukan bagaimana Anda akan dibayar atas karya Anda dan berapa besar penghasilan yang mungkin Anda terima dari penjualan buku Anda. Mari kita jelaskan lebih lanjut mengenai hal ini:
1. Royalti
Royalti adalah pembayaran yang diterima oleh penulis sebagai imbalan atas penjualan buku mereka. Besar royalti biasanya dihitung sebagai persentase dari penjualan buku atau dari penjualan bersih (setelah dikurangi biaya produksi dan distribusi). Persentase royalti dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk popularitas penulis, genre buku, dan negosiasi antara penulis dan penerbit.
Sebelum menandatangani kontrak, pastikan Anda memahami dengan jelas bagaimana royalti akan dihitung. Apakah itu berdasarkan penjualan buku secara keseluruhan atau penjualan bersih? Juga, pastikan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam persentase royalti untuk format buku yang berbeda, seperti cetak dan e-book.
2. Pembayaran Awal
Selain royalti, beberapa kontrak penerbitan mungkin juga mencakup pembayaran awal kepada penulis. Pembayaran awal ini biasanya merupakan jumlah uang yang diberikan kepada penulis sebagai bagian dari kesepakatan kontrak, sebelum buku mulai dijual. Pembayaran awal dapat membantu memastikan bahwa penulis menerima sebagian dari pendapatan mereka lebih awal, meskipun royalti mungkin memakan waktu untuk terkumpul.
Sebelum menandatangani kontrak, pastikan untuk mengetahui apakah ada pembayaran awal yang akan diterima dan berapa jumlahnya. Perhatikan bahwa pembayaran awal ini mungkin akan dikurangkan dari royalti di masa depan.
3. Penetapan Harga dan Diskon
Selain itu, penting untuk memahami bagaimana harga buku ditetapkan dan apakah ada diskon yang diberikan kepada pengecer atau distributor. Diskon yang tinggi dapat mengurangi pendapatan royalti Anda, karena royalti biasanya dihitung dari harga jual buku sebelum diskon diberikan.
Royalti dan pembayaran adalah aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam kontrak penerbitan. Memahami dengan jelas bagaimana royalti dihitung, apakah ada pembayaran awal yang akan diterima, dan bagaimana penetapan harga dan diskon dapat memengaruhi pendapatan Anda dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik sebelum menandatangani kontrak. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai royalti dan pembayaran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan agen literer atau pengacara untuk mendapatkan nasihat yang tepat.
Hak Terjemahan dan Hak Subsidi
Hak terjemahan dan hak subsidi adalah aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani kontrak penerbitan. Dalam konteks penerbitan internasional dan penggunaan karya di berbagai format, memahami hak-hak ini dapat memiliki dampak besar terhadap ekspansi global dan pendapatan penulis. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang kedua hal ini:
1. Hak Terjemahan
Hak terjemahan adalah hak yang diberikan kepada penerbit untuk menerjemahkan karya Anda ke dalam bahasa lain dan menerbitkannya di negara-negara di mana bahasa tersebut digunakan. Ini memberi Anda kesempatan untuk mencapai pembaca di seluruh dunia dan meningkatkan eksposur karya Anda.
Sebelum menandatangani kontrak, pastikan Anda memahami apakah penerbit akan memperoleh hak terjemahan atas karya Anda. Jika ya, periksa apakah hak terjemahan ini eksklusif atau non-eksklusif, dan berapa lama penerbit memiliki hak untuk menggunakan hak tersebut. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk meminta pembagian royalti yang adil dari penjualan buku terjemahan.
2. Hak Subsidi
Hak subsidi adalah hak untuk menerbitkan karya Anda dalam format atau edisi khusus, seperti e-book, audiolibro, atau buku saku. Ini memungkinkan Anda untuk menjangkau pembaca yang berbeda dan memanfaatkan berbagai platform penerbitan yang tersedia saat ini.
Sebelum menandatangani kontrak, pastikan untuk membahas apakah penerbit akan memperoleh hak subsidi atas karya Anda. Perhatikan apakah hak subsidi ini eksklusif atau non-eksklusif, dan apakah Anda masih dapat menerbitkan karya Anda sendiri dalam format-format tersebut di luar perjanjian dengan penerbit. Jika ada pembagian royalti yang terkait dengan hak subsidi, pastikan untuk menetapkan persentase yang adil.
Hak terjemahan dan hak subsidi adalah aspek penting dari kontrak penerbitan yang dapat memiliki dampak besar terhadap ekspansi global dan pendapatan penulis. Sebelum menandatangani kontrak, pastikan Anda memahami dengan jelas hak-hak ini dan bagaimana penerbit akan memanfaatkannya. Bila memungkinkan, berusahalah untuk mempertahankan sebagian besar kontrol atas hak terjemahan dan hak subsidi karya Anda untuk memaksimalkan potensi penghasilan dan jangkauan global Anda sebagai penulis. Jika ada ketidakjelasan atau kekhawatiran mengenai hak-hak ini, konsultasikan dengan agen literer atau pengacara untuk mendapatkan nasihat yang tepat.
Jangka Waktu Kontrak
Jangka waktu kontrak adalah aspek yang sangat penting dalam kontrak penerbitan, karena menentukan berapa lama hubungan antara penulis dan penerbit akan berlangsung. Memahami dengan jelas berapa lama kontrak berlaku dan apakah ada opsi perpanjangan dapat membantu penulis untuk merencanakan karier mereka dengan lebih baik. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini:
1. Durasi Kontrak
Durasi kontrak adalah periode waktu di mana kontrak penerbitan berlaku. Ini dapat bervariasi tergantung pada kesepakatan antara penulis dan penerbit, dan biasanya dicantumkan dalam kontrak dengan jelas. Durasi kontrak dapat berlangsung selama beberapa tahun atau untuk satu buku saja, tergantung pada negosiasi dan kebutuhan masing-masing pihak.
Sebelum menandatangani kontrak, penting untuk memahami dengan jelas berapa lama kontrak tersebut akan berlaku. Perhatikan apakah ada opsi perpanjangan kontrak dan bagaimana proses perpanjangan dilakukan jika diperlukan. Memahami batas waktu kontrak dapat membantu penulis untuk merencanakan langkah-langkah berikutnya dalam karier mereka.
2. Opsi Perpanjangan
Beberapa kontrak penerbitan mungkin mencakup opsi perpanjangan, yang memungkinkan penerbit untuk memperpanjang kontrak setelah berakhirnya periode asli. Ini bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak, karena memungkinkan hubungan antara penulis dan penerbit untuk terus berkembang jika karya berhasil di pasaran.
Sebelum menandatangani kontrak, pastikan untuk memahami dengan jelas bagaimana opsi perpanjangan bekerja. Apakah ini tergantung pada pencapaian tertentu, seperti penjualan buku tertentu, atau apakah itu sepenuhnya disesuaikan dengan kebijaksanaan penerbit? Pastikan juga untuk membahas persyaratan dan persentase royalti yang terkait dengan opsi perpanjangan.
Jangka waktu kontrak adalah aspek penting dalam kontrak penerbitan yang perlu diperhatikan dengan seksama oleh penulis. Memahami dengan jelas berapa lama kontrak akan berlaku dan apakah ada opsi perpanjangan dapat membantu penulis untuk merencanakan karier mereka dengan lebih baik. Pastikan untuk membaca kontrak dengan cermat dan, jika perlu, berkonsultasi dengan agen literer atau pengacara untuk memahami implikasi dari jangka waktu kontrak tersebut. Dengan pemahaman yang tepat, penulis dapat memastikan bahwa keputusan mereka dalam menandatangani kontrak penerbitan mendukung tujuan karier mereka.
Kewajiban Penulis dan Penerbit
Kewajiban penulis dan penerbit adalah elemen penting dalam kontrak penerbitan yang mengatur tanggung jawab masing-masing pihak selama proses penerbitan dan distribusi karya. Pemahaman yang jelas tentang kewajiban ini membantu menjaga kerjasama yang baik antara penulis dan penerbit. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini:
1. Kewajiban Penulis
Sebagai penulis, Anda memiliki beberapa kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan kontrak penerbitan. Kewajiban ini dapat mencakup hal-hal seperti:
- Penyerahan Naskah: Anda diharapkan untuk menyerahkan naskah sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan dalam kontrak. Kualitas dan ketepatan waktu penyerahan naskah sangat penting untuk menjaga jalannya proses penerbitan.
- Revisi dan Koreksi: Jika penerbit meminta revisi atau koreksi pada naskah Anda, Anda harus siap untuk bekerja sama dengan mereka untuk memastikan karya tersebut memenuhi standar penerbitan yang diinginkan.
- Promosi: Meskipun tanggung jawab promosi buku biasanya juga ada pada penerbit, Anda juga diharapkan untuk turut serta dalam promosi karya Anda sendiri. Ini bisa termasuk melakukan wawancara, menghadiri acara penandatanganan buku, dan memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan buku Anda.
2. Kewajiban Penerbit
Penerbit juga memiliki kewajiban tertentu terhadap penulis, yang sering kali mencakup hal-hal seperti:
- Penerbitan dan Distribusi: Penerbit bertanggung jawab untuk menerbitkan dan mendistribusikan karya Anda ke berbagai saluran penjualan, seperti toko buku, situs web, dan platform e-book.
- Pemasaran dan Promosi: Penerbit harus melakukan upaya pemasaran dan promosi untuk memperkenalkan buku Anda kepada pembaca potensial. Ini bisa termasuk kampanye iklan, ulasan di media, dan promosi di media sosial.
- Pembayaran dan Laporan Royalti: Penerbit harus membayar royalti kepada Anda sesuai dengan ketentuan kontrak dan memberikan laporan yang jelas dan terperinci tentang penjualan dan pendapatan.
Kewajiban penulis dan penerbit adalah bagian integral dari kontrak penerbitan yang harus dipahami dengan jelas oleh kedua belah pihak. Dengan memahami dan mematuhi kewajiban masing-masing, hubungan antara penulis dan penerbit dapat berjalan lancar dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jika ada ketidakjelasan atau perselisihan mengenai kewajiban, penting untuk segera berkomunikasi dan mencari solusi bersama untuk menjaga keberlangsungan kerjasama yang baik.
Hak Pembatalan dan Pelanggaran Kontrak
Hak pembatalan dan pelanggaran kontrak adalah aspek penting yang perlu dipahami dengan baik dalam kontrak penerbitan. Ini mencakup hak-hak dan kewajiban yang dimiliki oleh kedua belah pihak jika ada situasi di mana salah satu pihak tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati dalam kontrak. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini:
1. Hak Pembatalan
Hak pembatalan adalah hak yang dimiliki oleh masing-masing pihak untuk mengakhiri kontrak jika pihak lainnya tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan yang telah disepakati dalam kontrak. Misalnya, sebagai penulis, Anda mungkin memiliki hak untuk membatalkan kontrak jika penerbit tidak memenuhi kewajibannya untuk menerbitkan dan mendistribusikan karya Anda sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Sebelum menandatangani kontrak, penting untuk memahami dengan jelas apa yang menjadi dasar hak pembatalan, serta prosedur yang harus diikuti jika situasi tersebut terjadi. Ini biasanya dicantumkan dalam kontrak dan dapat mencakup pemberitahuan tertulis kepada pihak lain dan periode waktu tertentu yang harus diberikan sebelum hak pembatalan dapat dilaksanakan.
2. Pelanggaran Kontrak
Pelanggaran kontrak terjadi ketika salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban yang telah disepakati dalam kontrak. Misalnya, jika penerbit tidak membayar royalti sesuai dengan ketentuan kontrak, ini dianggap sebagai pelanggaran kontrak. Sebaliknya, jika penulis tidak menyerahkan naskah dalam batas waktu yang telah ditetapkan, itu juga dianggap sebagai pelanggaran kontrak.
Dalam kasus pelanggaran kontrak, pihak yang merasa dirugikan memiliki beberapa opsi, termasuk:
- Meminta pemenuhan kontrak: Pihak yang merasa dirugikan dapat meminta pihak lain untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan kontrak.
- Ganti rugi: Pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan klaim ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan akibat pelanggaran kontrak.
- Pembatalan kontrak: Jika pelanggaran kontrak cukup serius, pihak yang merasa dirugikan mungkin memiliki hak untuk membatalkan kontrak.
Hak pembatalan dan pelanggaran kontrak adalah aspek penting yang perlu dipahami dalam kontrak penerbitan. Memahami hak-hak dan kewajiban yang terkait dengan situasi ini dapat membantu mencegah atau menyelesaikan perselisihan dengan cara yang terstruktur dan adil. Sebelum menandatangani kontrak, penting untuk membaca dengan cermat klausa-klausa terkait dengan hak pembatalan dan pelanggaran kontrak, serta berkonsultasi dengan profesional hukum jika diperlukan. Dengan pemahaman yang tepat, kedua belah pihak dapat menjalankan hubungan yang saling menguntungkan dan terhindar dari masalah potensial di masa depan.
Perlindungan Hukum
Perlindungan hukum adalah aspek krusial dalam kontrak penerbitan yang memberikan jaminan keamanan bagi kedua belah pihak, penulis dan penerbit, dalam rangka menjaga hak dan kewajiban mereka. Klausa perlindungan hukum dalam kontrak penerbitan mencakup berbagai hal, termasuk penyelesaian sengketa, tanggung jawab hukum, dan hak-hak kekayaan intelektual. Ketika sebuah kontrak mencantumkan perlindungan hukum, hal ini memberikan ketenangan pikiran kepada penulis dan penerbit bahwa mereka memiliki mekanisme untuk menyelesaikan konflik atau perselisihan secara adil dan efisien.
Salah satu aspek utama dari perlindungan hukum dalam kontrak penerbitan adalah klausa penyelesaian sengketa, yang menentukan bagaimana perselisihan antara kedua belah pihak akan diselesaikan. Penyelesaian sengketa bisa dilakukan melalui mediasi, arbitrase, atau pengadilan, tergantung pada kesepakatan yang tercantum dalam kontrak. Kedua belah pihak harus memahami dan setuju dengan mekanisme penyelesaian sengketa ini sebelum menandatangani kontrak.
Selain itu, klausa tentang tanggung jawab hukum juga merupakan bagian penting dari perlindungan hukum dalam kontrak penerbitan. Klausa ini menentukan tanggung jawab masing-masing pihak jika terjadi pelanggaran kontrak atau masalah hukum lainnya. Ini bisa termasuk pembayaran ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan oleh pelanggaran kontrak, atau tanggung jawab atas pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Terakhir, klausa tentang hak kekayaan intelektual memberikan perlindungan hukum terhadap hak cipta dan hak-hak lainnya yang dimiliki oleh penulis atas karya mereka. Hal ini mencakup hak eksklusif untuk memproduksi, mendistribusikan, dan menggunakan karya tersebut sesuai dengan keinginan penulis. Klausa ini juga bisa mencakup ketentuan tentang bagaimana penerbit akan melindungi hak-hak kekayaan intelektual penulis dari penggunaan yang tidak sah atau pelanggaran oleh pihak lain.
Dengan adanya klausa perlindungan hukum yang jelas dalam kontrak penerbitan, kedua belah pihak dapat merasa lebih aman dan yakin bahwa hak dan kewajiban mereka akan dilindungi secara hukum. Ini memperkuat hubungan kerja sama antara penulis dan penerbit, serta memberikan landasan yang kuat bagi kerjasama yang saling menguntungkan dalam proses penerbitan karya.
Menandatangani kontrak penerbitan adalah langkah penting dalam karier seorang penulis. Dengan memperhatikan hal-hal yang disebutkan di atas dan memahami dengan jelas isi kontrak, Anda dapat memastikan bahwa hubungan Anda dengan penerbit berjalan lancar dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan pengacara atau profesional hukum untuk memastikan bahwa Anda sepenuhnya memahami implikasi hukum dari setiap ketentuan dalam kontrak.
