Dalam dunia publikasi akademik, sebuah artikel ilmiah tidak langsung diterbitkan setelah penulis mengirimkan naskah kepada penerbit atau pengelola jurnal. Naskah perlu melalui berbagai tahap pemeriksaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan bidang jurnal, kualitas akademik, serta standar penerbitan yang berlaku. Di balik proses tersebut terdapat beberapa jenis editor dengan tugas yang berbeda.
Salah satu peran yang mungkin belum banyak dipahami adalah editor akuisisi jurnal. Istilah ini sering muncul dalam lingkungan penerbitan akademik, terutama pada penerbit atau organisasi yang mengelola banyak publikasi ilmiah. Perannya berkaitan dengan menemukan, menilai, dan mengembangkan potensi naskah atau kontribusi akademik yang sesuai dengan arah publikasi.
Sementara itu, editor jurnal ilmiah lebih sering berhubungan langsung dengan proses editorial terhadap artikel yang telah dikirimkan. Mereka dapat terlibat dalam pemeriksaan awal, penentuan kelayakan naskah untuk ditinjau, pemilihan reviewer, hingga pengambilan keputusan editorial berdasarkan hasil peer review.
Meskipun keduanya sama-sama memiliki hubungan dengan kualitas publikasi ilmiah, tugas dan ruang lingkup pekerjaannya tidak selalu sama. Memahami perbedaan ini penting bagi mahasiswa, dosen, peneliti, maupun penulis akademik agar dapat mengetahui siapa yang berperan dalam setiap tahap proses penerbitan.
Apa Itu Editor Akuisisi Jurnal?
Editor akuisisi jurnal adalah pihak yang bertugas mengembangkan dan memperoleh konten akademik yang berpotensi diterbitkan oleh suatu jurnal atau penerbit. Fokus utamanya tidak hanya pada penyuntingan naskah yang sudah masuk, tetapi juga pada pencarian peluang publikasi dan pengembangan konten yang sesuai dengan strategi penerbitan.
Dalam praktiknya, peran ini dapat berbeda antara satu penerbit dengan penerbit lainnya. Pada sebagian organisasi, pekerjaan akuisisi lebih banyak dilakukan untuk buku akademik dan serial ilmiah. Namun, dalam lingkungan penerbitan jurnal, fungsi serupa dapat berkaitan dengan pengembangan bidang jurnal, menjalin hubungan dengan peneliti, mengundang kontribusi, serta mengidentifikasi topik yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Editor akuisisi biasanya perlu memahami perkembangan suatu bidang ilmu. Pengetahuan tersebut membantu mereka menentukan apakah sebuah topik memiliki relevansi dengan cakupan publikasi dan kebutuhan pembaca akademik.
Sebagai contoh, sebuah penerbit memiliki jurnal yang berfokus pada teknologi informasi. Editor yang bertanggung jawab pada akuisisi dapat memantau perkembangan penelitian mengenai kecerdasan buatan, keamanan siber, komputasi awan, atau teknologi jaringan. Dari pemantauan tersebut, mereka dapat mengidentifikasi peneliti atau kelompok penelitian yang berpotensi menghasilkan kontribusi sesuai dengan bidang jurnal.
Baca Juga : Peran Editor Akuisisi dalam Memilih dan Mengembangkan Buku Akademik
Tugas dan Tanggung Jawab Editor Akuisisi
Tanggung jawab bagian akuisisi tidak berhenti pada menemukan calon penulis. Pekerjaan tersebut biasanya melibatkan komunikasi, pengembangan jaringan akademik, pemetaan topik, serta evaluasi awal terhadap potensi konten.
Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain membangun hubungan dengan peneliti, menghadiri konferensi atau kegiatan akademik, memantau perkembangan penelitian, menghubungi calon kontributor, dan mendiskusikan peluang publikasi. Editor juga dapat membantu mengembangkan tema khusus atau special issue bersama editor jurnal dan komunitas akademik.
Dalam situasi tertentu, mereka dapat menerima proposal artikel, gagasan edisi khusus, atau rekomendasi topik dari peneliti. Proposal tersebut kemudian dipertimbangkan berdasarkan relevansi terhadap cakupan jurnal dan strategi penerbitan.
Peran ini membutuhkan kemampuan komunikasi yang baik karena banyak aktivitasnya berkaitan dengan hubungan profesional. Editor perlu menjelaskan peluang publikasi secara jelas tanpa memberikan jaminan bahwa suatu artikel pasti diterima.
Apa Itu Editor Jurnal Ilmiah?
Editor jurnal ilmiah adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap proses editorial dan kualitas artikel yang diterbitkan dalam sebuah jurnal. Posisi ini dapat terdiri atas beberapa tingkatan, seperti editor-in-chief, managing editor, associate editor, section editor, atau peran editorial lainnya.
Tanggung jawab setiap posisi tidak selalu sama. Editor-in-chief, misalnya, biasanya memiliki tanggung jawab yang lebih luas terhadap arah dan kebijakan jurnal. Sementara itu, associate editor dapat menangani artikel tertentu dalam bidang keahlian yang lebih spesifik.
Salah satu tugas pentingnya adalah melakukan penilaian awal terhadap naskah. Pada tahap ini, editor dapat memeriksa apakah artikel sesuai dengan ruang lingkup jurnal, memenuhi persyaratan dasar, serta memiliki unsur akademik yang layak untuk dilanjutkan ke proses peer review.
Jika naskah dianggap sesuai, editor dapat memilih reviewer yang memiliki kompetensi relevan. Setelah reviewer memberikan hasil penilaian, editor mempertimbangkan rekomendasi tersebut bersama kualitas naskah sebelum menentukan keputusan editorial.
Perbedaan Editor Akuisisi dan Editor Jurnal Ilmiah
Walaupun sama-sama berkaitan dengan penerbitan akademik, kedua peran tersebut memiliki fokus yang berbeda. Perbedaan paling sederhana dapat dilihat dari orientasi pekerjaannya.
Editor akuisisi lebih berfokus pada pengembangan dan pencarian konten atau kontribusi akademik yang potensial. Sementara itu, editor jurnal ilmiah lebih berfokus pada pengelolaan naskah yang masuk dan proses evaluasinya hingga mencapai keputusan editorial.
Perbedaan tersebut dapat diringkas dalam tabel berikut.
| Aspek | Editor Akuisisi | Editor Jurnal Ilmiah |
|---|---|---|
| Fokus utama | Mengembangkan dan memperoleh konten potensial | Mengelola proses editorial artikel |
| Orientasi | Pengembangan publikasi dan hubungan akademik | Kualitas, relevansi, dan proses penilaian naskah |
| Aktivitas | Mencari calon kontributor, mengembangkan topik, membangun jaringan | Menilai naskah, memilih reviewer, mengevaluasi hasil review |
| Hubungan dengan penulis | Dapat bersifat proaktif dan mengundang kontribusi | Umumnya terjadi setelah naskah dikirim |
| Peer review | Tidak selalu menjadi tanggung jawab utama | Biasanya berkaitan erat dengan proses tersebut |
| Keputusan publikasi | Bergantung pada struktur organisasi | Memiliki peran langsung dalam keputusan editorial |
| Keterampilan utama | Komunikasi, networking, pengembangan publikasi | Penilaian akademik, editorial, dan pengelolaan peer review |
Tabel tersebut menunjukkan bahwa perbedaan utama bukan terletak pada siapa yang lebih tinggi atau lebih penting, melainkan pada tahap dan tujuan pekerjaannya. Keduanya dapat saling melengkapi dalam membangun kualitas dan keberlanjutan sebuah publikasi ilmiah.
Bagaimana Editor Akuisisi Menemukan Potensi Naskah?
Akuisisi konten akademik dapat dilakukan melalui berbagai jalur. Salah satunya adalah membangun jaringan dengan peneliti dan akademisi. Hubungan profesional dapat terbentuk melalui konferensi, seminar, diskusi ilmiah, komunitas penelitian, atau komunikasi langsung.
Editor juga dapat memperhatikan perkembangan bidang ilmu melalui publikasi terbaru. Misalnya, ketika suatu topik penelitian mengalami perkembangan yang signifikan, penerbit dapat melihat peluang untuk mengembangkan edisi khusus atau mengundang kontribusi dari peneliti yang memiliki keahlian di bidang tersebut.
Selain itu, reputasi dan rekam jejak peneliti dapat menjadi salah satu informasi yang diperhatikan dalam kegiatan akuisisi. Namun, adanya komunikasi dari editor akuisisi bukan berarti naskah otomatis diterima. Artikel tetap harus mengikuti kebijakan jurnal dan dapat menjalani proses evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi penulis, undangan untuk mengirimkan artikel sebaiknya dipahami sebagai peluang untuk mempertimbangkan publikasi, bukan sebagai jaminan penerimaan. Penulis tetap perlu memeriksa identitas jurnal, ruang lingkup, kebijakan editorial, dan mekanisme peer review sebelum mengirimkan naskah.
Bagaimana Editor Jurnal Ilmiah Menilai Naskah?
Setelah artikel dikirimkan, proses editorial biasanya dimulai dengan pemeriksaan awal. Tahap ini dapat mencakup kesesuaian topik dengan scope jurnal, struktur artikel, kelengkapan informasi, kualitas bahasa, dan kepatuhan terhadap pedoman penulis.
Jika naskah tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal, editor dapat menolaknya tanpa melanjutkan ke peer review. Keputusan semacam ini sering disebut desk rejection. Penolakan tersebut tidak selalu berarti penelitian tidak berkualitas, tetapi dapat menunjukkan bahwa artikel tidak cocok dengan fokus atau standar jurnal yang dituju.
Naskah yang lolos pemeriksaan awal dapat diteruskan kepada reviewer. Reviewer memberikan penilaian mengenai aspek seperti metodologi, argumentasi, kebaruan, analisis data, kualitas referensi, serta kesesuaian kesimpulan dengan hasil penelitian.
Editor kemudian mempertimbangkan laporan reviewer untuk menentukan langkah berikutnya. Keputusan dapat berupa menerima artikel, meminta revisi, atau menolak naskah. Bentuk keputusan dan istilah yang digunakan dapat berbeda sesuai kebijakan masing-masing jurnal.
Contoh Alur Kerja dari Pengiriman hingga Publikasi
Untuk memahami perbedaan kedua peran tersebut, bayangkan seorang peneliti mengembangkan artikel mengenai penerapan kecerdasan buatan dalam pendidikan. Peneliti kemudian mencari jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian dan mengirimkan naskah melalui sistem pengiriman artikel.
Pada tahap awal, editor jurnal memeriksa kesesuaian artikel dengan fokus jurnal. Jika artikel sesuai, naskah dapat diteruskan untuk proses penilaian oleh reviewer.
Sementara itu, fungsi akuisisi dapat muncul dalam konteks yang berbeda. Misalnya, penerbit sedang mengembangkan edisi khusus mengenai kecerdasan buatan dalam pendidikan. Pihak yang menangani akuisisi dapat menghubungi peneliti atau komunitas akademik untuk mengundang kontribusi yang sesuai dengan tema tersebut.
Setelah artikel diperoleh atau dikirimkan, proses evaluasi akademik tetap mengikuti mekanisme editorial jurnal. Dengan demikian, akuisisi dan pengelolaan editorial dapat menjadi dua fungsi yang berhubungan tetapi tidak identik.
Mengapa Peran Editor Penting dalam Publikasi Ilmiah?
Editor memiliki peran penting dalam menjaga arah dan kualitas publikasi. Jurnal bukan sekadar tempat mengumpulkan artikel, tetapi merupakan bagian dari sistem komunikasi ilmiah yang membutuhkan proses seleksi dan evaluasi.
Editor membantu memastikan bahwa artikel yang diterbitkan sesuai dengan cakupan jurnal. Mereka juga berperan dalam menjaga proses review agar berjalan sesuai prosedur dan membantu menghubungkan naskah dengan reviewer yang relevan.
Selain itu, editor perlu memperhatikan aspek etika publikasi. Misalnya, persoalan plagiarisme, konflik kepentingan, manipulasi data, duplikasi publikasi, dan masalah authorship perlu ditangani sesuai kebijakan dan pedoman yang berlaku.
Karena itu, pekerjaan editorial membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan mengoreksi tata bahasa. Editor perlu memahami bidang akademik, proses penelitian, etika publikasi, komunikasi ilmiah, dan sistem penerbitan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis saat Berhadapan dengan Editor
Penulis yang baru mengenal publikasi ilmiah terkadang menganggap semua editor memiliki tugas yang sama. Kesalahpahaman ini dapat membuat komunikasi menjadi kurang tepat.
Salah satu kesalahan adalah menganggap undangan dari pihak penerbit sebagai tanda bahwa artikel pasti diterima. Padahal, undangan atau komunikasi akuisisi umumnya tidak menggantikan proses evaluasi yang ditetapkan jurnal.
Kesalahan lainnya adalah mengirimkan artikel tanpa membaca author guidelines. Setiap jurnal dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai format naskah, panjang artikel, gaya referensi, struktur manuskrip, etika penelitian, hingga jenis artikel yang diterima.
Penulis juga sebaiknya tidak mengirimkan artikel yang sama ke beberapa jurnal secara bersamaan apabila kebijakan publikasi melarang atau tidak memperbolehkannya. Sebelum mengirimkan naskah, penting untuk memahami kebijakan jurnal mengenai pengajuan artikel.
Tips Berkomunikasi dengan Editor
Komunikasi dengan editor sebaiknya dilakukan secara profesional, singkat, dan jelas. Penulis tidak perlu menggunakan bahasa yang terlalu rumit. Hal terpenting adalah menyampaikan informasi yang memang dibutuhkan.
Jika ingin menanyakan status artikel, gunakan informasi seperti judul naskah, nomor manuskrip jika tersedia, dan tanggal pengiriman. Hindari mengirimkan pesan berulang dalam waktu yang terlalu dekat karena proses editorial membutuhkan waktu dan dapat melibatkan beberapa pihak.
Ketika menerima permintaan revisi, penulis juga perlu membaca setiap komentar secara teliti. Tanggapan sebaiknya disusun secara sistematis dengan menjelaskan perubahan yang telah dilakukan atau alasan akademik apabila terdapat komentar yang tidak dapat diterapkan.
Sikap profesional dalam komunikasi dapat membantu proses editorial berjalan lebih teratur. Namun, penulis tetap memiliki hak untuk mempertanyakan keputusan atau meminta penjelasan sesuai prosedur resmi jurnal.
Tips Memilih Jurnal Sebelum Mengirimkan Artikel
Memahami jenis editor saja belum cukup. Penulis juga perlu memastikan bahwa jurnal yang dipilih benar-benar sesuai dengan penelitian.
Langkah pertama adalah membaca scope jurnal. Scope memberikan gambaran tentang topik, bidang keilmuan, dan jenis penelitian yang biasanya diterbitkan.
Selanjutnya, periksa jenis artikel yang diterima, pedoman penulis, proses peer review, biaya publikasi jika ada, serta informasi mengenai penerbit dan dewan editorial. Penulis juga dapat melihat artikel-artikel terbaru yang sudah diterbitkan untuk mengetahui karakter pembahasannya.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kredibilitas jurnal. Jangan hanya memilih jurnal berdasarkan undangan melalui email atau janji publikasi yang sangat cepat. Periksa informasi jurnal melalui sumber resmi dan pastikan identitas serta proses penerbitannya dapat diverifikasi.
Dengan melakukan pemeriksaan sejak awal, penulis dapat mengurangi risiko mengirimkan artikel ke jurnal yang tidak sesuai dengan bidang penelitian atau tidak memenuhi kebutuhan publikasi akademiknya.
Rekomendasi Penerapan bagi Penulis Akademik
Penulis dapat membagi proses persiapan publikasi menjadi beberapa tahap. Pertama, pastikan penelitian sudah memiliki tujuan, metode, hasil, dan pembahasan yang jelas. Kedua, tentukan jurnal yang relevan berdasarkan bidang dan karakter penelitian.
Setelah itu, sesuaikan manuskrip dengan pedoman jurnal. Periksa struktur artikel, format tabel dan gambar, gaya sitasi, daftar pustaka, serta persyaratan lainnya. Pemeriksaan teknis sebelum pengiriman dapat mengurangi kesalahan administratif yang sebenarnya dapat dihindari.
Penulis juga sebaiknya menyimpan dokumen penelitian dengan rapi. Data, instrumen, hasil analisis, referensi, dan versi manuskrip perlu dikelola dengan baik agar proses revisi lebih mudah apabila editor atau reviewer memberikan masukan.
Jika penelitian berkaitan dengan skripsi, tesis, atau disertasi, artikel jurnal dapat dikembangkan dari penelitian tersebut setelah disesuaikan dengan kebutuhan jurnal. Namun, struktur dan kedalaman artikel tidak selalu dapat disamakan dengan dokumen tugas akhir karena tujuan dan format publikasinya berbeda.
Perbedaan Editor Akuisisi, Editor Jurnal, dan Reviewer
Selain dua jenis editor tersebut, terdapat pula reviewer yang memiliki fungsi berbeda. Reviewer merupakan pihak yang memberikan penilaian akademik terhadap naskah berdasarkan keahlian tertentu.
Secara sederhana, editor dapat bertindak sebagai pengelola proses editorial, sedangkan reviewer memberikan evaluasi terhadap substansi penelitian. Editor kemudian menggunakan informasi dari proses review sebagai salah satu dasar dalam mengambil keputusan editorial.
Sementara itu, editor akuisisi lebih dekat dengan aktivitas pengembangan konten dan hubungan dengan calon kontributor. Ketiga fungsi tersebut dapat berinteraksi dalam ekosistem publikasi, tetapi tanggung jawabnya tetap berbeda.
| Peran | Fokus | Contoh kegiatan |
|---|---|---|
| Editor akuisisi | Pengembangan konten dan kontribusi | Mengidentifikasi topik, membangun jaringan, mengundang penulis |
| Editor jurnal | Pengelolaan proses editorial | Menilai naskah, memilih reviewer, mengambil keputusan editorial |
| Reviewer | Evaluasi akademik | Menilai metode, hasil, pembahasan, dan kualitas ilmiah |
Memahami pembagian ini membantu penulis mengetahui bahwa proses publikasi tidak dilakukan oleh satu orang saja. Setiap pihak memiliki fungsi tertentu untuk mendukung proses penerbitan yang terstruktur.
Baca Juga : Editor Jurnal dan Editor Akuisisi Memiliki Peran yang Berbeda dalam Publikasi
Kesimpulan
Editor akuisisi jurnal dan editor jurnal ilmiah memiliki hubungan dengan dunia penerbitan akademik, tetapi keduanya menjalankan fungsi yang berbeda. Fungsi akuisisi lebih berorientasi pada pengembangan konten, pencarian peluang publikasi, pembangunan jaringan akademik, dan hubungan dengan calon kontributor. Sementara itu, editor jurnal lebih banyak berperan dalam mengelola naskah yang masuk, proses peer review, serta keputusan editorial.
Bagi penulis, memahami perbedaan tersebut dapat membantu membangun ekspektasi yang lebih realistis terhadap proses publikasi. Undangan dari pihak penerbit tidak selalu berarti artikel akan diterima, sedangkan penolakan pada tahap awal juga tidak selalu menunjukkan bahwa penelitian tidak berkualitas. Kesesuaian antara penelitian, scope jurnal, pedoman penulis, dan proses evaluasi tetap menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Publikasi ilmiah pada akhirnya merupakan proses yang melibatkan penulis, editor, reviewer, dan penerbit. Dengan memahami fungsi masing-masing pihak, penulis dapat mempersiapkan naskah dengan lebih baik, berkomunikasi secara profesional, serta mengikuti proses penerbitan secara lebih terarah.
Bagi mahasiswa dan peneliti yang sedang mengembangkan skripsi, tesis, disertasi, atau manuskrip jurnal, pendampingan akademik juga dapat membantu dalam menentukan fokus penelitian, menyusun struktur artikel, memperbaiki argumentasi, hingga mempersiapkan naskah sesuai pedoman jurnal. Konsultasi yang tepat dapat menjadi pendamping tambahan agar proses pengembangan karya ilmiah berjalan lebih sistematis tanpa mengurangi peran penulis sebagai pemilik dan pengembang utama penelitiannya.
Punya naskah dan ingin diterbitkan dengan hasil profesional? Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari editing, tata letak, desain cover, hingga proses cetak berkualitas. Wujudkan karya Anda menjadi buku yang rapi, menarik, dan siap bersaing. Hubungi kami melalui Admin Haqqi Publisher atau bergabung dengan Channel kami untuk ketahui lebih lebih lengkap seputar layanan.
