Dunia literasi selalu berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Jika dahulu pembaca hanya menemukan rekomendasi buku melalui toko buku, majalah, atau forum pembaca, kini tren tersebut bergeser ke media sosial. Salah satu platform yang sedang memengaruhi dunia literasi secara signifikan adalah TikTok, dengan komunitasnya yang dikenal sebagai BookTok. Fenomena ini telah membuat banyak buku mendadak populer, bahkan buku-buku lama yang sempat terlupakan bisa kembali naik daun.
BookTok menjadi ruang pertemuan antara pembaca, penulis, penerbit, dan bahkan calon pembaca baru. Video singkat berisi ulasan, kutipan, hingga ekspresi emosional saat membaca buku, ternyata sangat efektif untuk memengaruhi orang lain agar ikut membeli dan membaca. Buku yang viral di BookTok sering kali melonjak penjualannya, menjadikan platform ini semacam mesin promosi tak resmi bagi dunia literasi.
Baca juga: Tips Jadi Booktoker: Panduan Lengkap untuk Pemula
Apa Itu BookTok?
BookTok adalah istilah yang digunakan untuk menyebut komunitas pecinta buku di TikTok. Di dalamnya, para pengguna berbagi video yang berkaitan dengan literasi, seperti ulasan buku, rekomendasi bacaan, momen membaca, hingga diskusi tentang karakter fiksi favorit. Keunikan BookTok terletak pada cara penyampaian yang singkat, visual, dan emosional sehingga mampu memikat audiens dalam hitungan detik.
Berbeda dengan blog buku atau resensi panjang di media tradisional, BookTok menawarkan pengalaman instan. Dengan latar belakang musik, potongan kutipan, atau ekspresi pembaca saat menangis karena alur cerita, penonton dapat langsung merasakan dampak emosional dari sebuah buku. Inilah yang membuat banyak orang tertarik mencoba buku yang sedang viral di BookTok, meski sebelumnya mereka bukan penggemar membaca.
Mengapa BookTok Bisa Membuat Buku Menjadi Populer?
Ada beberapa alasan mengapa BookTok mampu mengubah nasib sebuah buku dalam waktu singkat. Pertama, platform ini memiliki algoritme yang sangat kuat, sehingga video dapat menyebar ke jutaan pengguna hanya dalam hitungan jam. Kedua, konten BookTok bersifat emosional dan personal, yang menjadikan rekomendasi buku terasa lebih meyakinkan daripada iklan formal.
Selain itu, audiens TikTok didominasi oleh generasi muda, terutama Gen Z, yang sedang mencari identitas serta pengalaman emosional baru. Ketika mereka melihat buku yang bisa membuat orang menangis, tertawa, atau bahkan marah, rasa penasaran pun muncul. Faktor fear of missing out (FOMO) juga ikut berperan, karena banyak orang tidak ingin ketinggalan tren bacaan yang sedang hangat diperbincangkan.
Jenis-jenis Buku yang Populer di BookTok
Fenomena BookTok memunculkan berbagai genre yang paling banyak dibicarakan dan dicari pembaca. Tidak semua genre mendapatkan sorotan yang sama, namun ada beberapa jenis buku yang secara konsisten populer dan berhasil membangun komunitas pembacanya.
1. Romance
Genre romance adalah salah satu yang paling mendominasi di BookTok. Buku bergenre ini sering kali viral karena mampu menggugah emosi pembaca, baik lewat kisah cinta yang manis, penuh konflik, atau bahkan tragis. Banyak video yang menampilkan kutipan romantis hingga adegan penuh kejutan, sehingga membuat calon pembaca merasa penasaran.
Selain itu, cerita romance mudah dihubungkan dengan pengalaman pribadi pembaca, entah itu tentang cinta pertama, patah hati, atau hubungan yang penuh lika-liku. Tak heran jika genre ini terus menjadi magnet utama di BookTok.
2. Fantasy
Buku fantasi juga menjadi favorit, terutama karena menawarkan dunia imajinatif yang penuh petualangan. Video BookTok sering menyoroti dunia sihir, kerajaan, hingga karakter dengan kekuatan khusus yang menginspirasi pembaca muda. Kisah fantasi biasanya dikemas dalam seri panjang, sehingga memungkinkan komunitas pembaca membicarakan teori dan spekulasi di media sosial.
Kekuatan fantasi di BookTok bukan hanya soal cerita, tetapi juga world-building yang memikat. Visualisasi sampul buku dan kutipan epik dari karakter menjadi daya tarik tambahan.
3. Thriller dan Misteri
Buku bergenre thriller dan misteri juga sering viral karena memberikan pengalaman membaca yang penuh ketegangan. Video singkat yang menampilkan potongan adegan menegangkan atau pertanyaan “plot twist apa yang ada di bab terakhir?” bisa dengan cepat membuat orang tertarik membeli.
Genre ini berhasil menarik pembaca yang menyukai teka-teki, kejutan, dan adrenalin. BookTok sering kali membuat spoiler ringan yang justru memicu rasa ingin tahu lebih besar dari calon pembaca.
4. Young Adult (YA)
Young Adult adalah genre yang memang dekat dengan audiens utama TikTok, yaitu Gen Z. Buku YA biasanya mengangkat tema remaja, pencarian jati diri, persahabatan, hingga konflik keluarga. BookTok menjadi ruang yang sempurna bagi buku-buku YA untuk berkembang, karena para pembacanya merasa kisah tersebut merefleksikan kehidupan mereka sendiri.
Tidak hanya itu, gaya bahasa YA yang ringan, mudah dipahami, dan penuh emosi menjadikannya mudah dipromosikan melalui video singkat yang menyentuh hati.
5. Non-Fiksi Inspiratif
Meskipun fiksi mendominasi, genre non-fiksi juga memiliki tempat khusus di BookTok, terutama yang bersifat inspiratif atau self-help. Buku tentang pengembangan diri, motivasi, dan kesehatan mental sering viral karena para pembaca merasa terbantu dalam menghadapi tantangan hidup.
Buku non-fiksi populer di BookTok biasanya dikemas dengan kutipan yang mudah diingat, sehingga sering dijadikan bahan konten singkat yang membekas di benak penonton.
Daftar Buku yang Viral di BookTok
Selain genre, ada beberapa judul buku yang benar-benar meledak berkat BookTok. Beberapa di antaranya bahkan menjadi best-seller internasional setelah ramai diperbincangkan.
1. It Ends With Us – Colleen Hoover
Buku ini hampir selalu muncul dalam daftar BookTok populer. Kisah cinta yang emosional, penuh konflik, dan menyentuh hati pembaca membuatnya banyak dibicarakan. Banyak video menampilkan pembaca yang menangis setelah menyelesaikan buku ini, sehingga menambah rasa penasaran calon pembaca lain.
2. The Seven Husbands of Evelyn Hugo – Taylor Jenkins Reid
Novel ini viral karena mengangkat kisah seorang ikon Hollywood dengan rahasia besar. Cerita yang penuh intrik, cinta, dan pengkhianatan menjadikan buku ini topik hangat di BookTok. Banyak pengguna yang mengulas tentang pesan mendalam terkait identitas dan perjuangan hidup tokoh utama.
3. A Court of Thorns and Roses – Sarah J. Maas
Seri fantasi ini sukses besar di BookTok. Dunia magis yang luas, karakter yang kompleks, dan kisah cinta epik menjadikannya salah satu bacaan paling banyak dibicarakan. BookTok sering menyoroti interaksi tokoh utama dengan latar belakang dunia fantasi yang memikat.
4. They Both Die at the End – Adam Silvera
Judulnya saja sudah menimbulkan rasa penasaran. Buku ini viral karena menawarkan konsep cerita unik: dua orang mengetahui bahwa hari itu adalah hari terakhir mereka hidup. Banyak video di BookTok menunjukkan pembaca yang emosional setelah menyelesaikan kisah ini.

5. The Song of Achilles – Madeline Miller
Novel ini kembali populer berkat BookTok meskipun dirilis bertahun-tahun lalu. Cerita mitologi Yunani yang dipadukan dengan kisah cinta membuatnya menjadi salah satu buku yang paling banyak direkomendasikan. Banyak konten BookTok menampilkan kutipan puitis yang membuat penonton penasaran.
Dampak BookTok terhadap Dunia Literasi
Fenomena BookTok tidak hanya menguntungkan penulis dan penerbit, tetapi juga memberi dampak luas bagi budaya membaca. Pertama, BookTok berhasil membuat generasi muda lebih tertarik membaca, bahkan mereka yang sebelumnya jarang menyentuh buku. Kedua, BookTok memperlihatkan bahwa promosi buku tidak harus selalu formal; pengalaman emosional lebih kuat untuk menarik pembaca.
Selain itu, BookTok juga membuat buku lama yang sempat terabaikan kembali naik daun. Banyak penulis yang terkejut karena karya lama mereka mendadak laris kembali setelah menjadi viral. Fenomena ini menunjukkan betapa besar pengaruh media sosial dalam membentuk tren literasi global.
Kritik terhadap Fenomena BookTok
Meski membawa dampak positif, BookTok juga tidak lepas dari kritik. Beberapa pihak menilai bahwa BookTok terlalu menekankan pada sensasi emosional, bukan kualitas literatur. Akibatnya, ada buku yang viral bukan karena kualitas tulisan, melainkan karena mudah dijadikan konten emosional.
Selain itu, beberapa pembaca merasa tekanan sosial untuk membaca buku yang sedang viral membuat mereka kehilangan kebebasan dalam memilih bacaan. Namun, terlepas dari kritik tersebut, BookTok tetap berhasil menciptakan gelombang literasi baru yang tidak bisa diabaikan.
Baca juga:Tips Jadi Bookstagrammer: Panduan Lengkap untuk Pemula
Penutup
BookTok telah membuktikan dirinya sebagai fenomena literasi digital yang mampu mengubah wajah dunia perbukuan. Tertarik dengan dunia literasi? Ingin menerbitkan buku Anda secara mandiri dengan jaminan ISBN dan HKI?
Bergabunglah dengan Haqqi Publisher untuk dapatkan layanan penerbitan buku dari awal hingga terbit. Hubungi Admin Haqqi Publisher atau bergabung dengan Channel kami untuk ketahui lebih lebih lengkap seputar layanan

