Di dunia akademik, penerbit memiliki peran penting dalam membantu peneliti, dosen, akademisi, dan praktisi menyebarluaskan hasil pemikiran serta penelitian kepada pembaca yang lebih luas. Buku ilmiah tidak hanya menjadi sarana dokumentasi pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, profesional, hingga pembuat kebijakan.
Salah satu nama yang dikenal luas dalam penerbitan akademik internasional adalah Taylor & Francis. Penerbit ini memiliki sejarah panjang dalam dunia scholarly publishing dan menerbitkan buku serta jurnal dalam berbagai bidang keilmuan. Melalui sejumlah imprint, termasuk Routledge dan CRC Press, Taylor & Francis menjangkau bidang humaniora, ilmu sosial, pendidikan, sains, teknologi, teknik, kedokteran, dan berbagai disiplin lainnya.
Bagi penulis Indonesia yang memiliki hasil penelitian, monograf, buku ajar, atau gagasan akademik dengan sasaran pembaca internasional, memahami karakteristik Taylor & Francis menjadi langkah penting. Penulis perlu mengetahui jenis buku yang diterbitkan, proses pengajuan proposal, tahapan peer review, hingga strategi mempersiapkan naskah agar lebih sesuai dengan standar penerbit akademik global.
Mengenal Taylor & Francis sebagai Penerbit Akademik Global
Taylor & Francis merupakan salah satu penerbit akademik terkemuka yang memiliki sejarah lebih dari dua abad. Akar sejarahnya bermula dari penerbitan Philosophical Magazine pada 1798, sementara perusahaan Taylor & Francis sendiri didirikan di London pada 1852. Routledge kemudian bergabung dengan Taylor & Francis pada 1998 dan CRC Press diakuisisi pada 2003. Saat ini, Taylor & Francis menjadi bagian dari Informa.
Skala penerbitannya juga cukup besar. Taylor & Francis menyebutkan bahwa perusahaan tersebut menerbitkan lebih dari 2.500 jurnal dan lebih dari 8.400 buku baru setiap tahun, dengan katalog e-book yang mencapai lebih dari 202.000 judul. Penerbit ini juga memiliki kantor di lebih dari 15 negara dan menerbitkan karya dalam lebih dari 200 bidang.
Karakteristik tersebut membuat Taylor & Francis berbeda dari penerbit buku umum yang terutama berorientasi pada pasar pembaca populer. Fokus utamanya adalah pengetahuan akademik, penelitian, pendidikan tinggi, dan kebutuhan profesional. Karena itu, kualitas substansi, kejelasan kontribusi ilmiah, kesesuaian dengan bidang, serta potensi pembaca menjadi pertimbangan penting dalam proses penerbitan.
Baca Juga : Cara Menerbitkan Ebook Internasional: Panduan Menjual Buku Digital ke Pasar Dunia
Imprint Utama Taylor & Francis yang Perlu Diketahui
Taylor & Francis tidak hanya menerbitkan buku menggunakan satu nama. Penerbit ini memiliki beberapa imprint dengan fokus bidang yang berbeda. Memahami imprint sangat penting karena proposal buku sebaiknya diarahkan kepada penerbit atau editor yang memang memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
Secara umum, beberapa imprint yang paling relevan bagi calon penulis buku ilmiah adalah Taylor & Francis, Routledge, dan CRC Press. Taylor & Francis berfokus pada berbagai bidang sains, kedokteran, teknologi, dan teknik. Routledge dikenal kuat dalam humaniora dan ilmu sosial, sedangkan CRC Press memiliki cakupan yang kuat pada sains, teknologi, teknik, matematika, serta kedokteran.
| Imprint | Fokus utama | Contoh bidang |
|---|---|---|
| Taylor & Francis | Sains, teknologi, teknik, kedokteran | Science, medicine, engineering |
| Routledge | Humaniora dan ilmu sosial | Pendidikan, komunikasi, hukum, sosial, budaya |
| CRC Press | Sains dan teknologi | Teknik, matematika, teknologi, kedokteran |
Pembagian tersebut bukan berarti setiap topik hanya dapat diterbitkan melalui satu imprint. Bidang akademik sering kali saling beririsan. Misalnya, buku mengenai kecerdasan buatan untuk pendidikan dapat memiliki unsur teknologi sekaligus pendidikan. Oleh karena itu, penulis perlu melihat katalog buku dan daftar editor untuk menemukan jalur yang paling sesuai.
Jenis Buku yang Dapat Diterbitkan
Salah satu hal penting sebelum menghubungi penerbit adalah menentukan jenis buku yang ingin ditawarkan. Taylor & Francis menyebutkan beberapa bentuk karya yang dapat diajukan, termasuk buku teks untuk pendidikan tinggi, monograf penelitian, dan buku yang membantu praktisi dalam bidang tertentu.
Buku teks biasanya dirancang untuk mendukung proses pembelajaran di perguruan tinggi. Isinya disusun secara sistematis agar dapat digunakan mahasiswa dan dosen. Buku semacam ini umumnya membutuhkan struktur pembelajaran yang jelas, penjelasan konsep, contoh, dan materi yang relevan dengan kurikulum.
Sementara itu, monograf akademik biasanya memiliki fokus yang lebih spesifik dan mendalam. Buku ini dapat berasal dari hasil penelitian atau pengembangan gagasan ilmiah tertentu. Karena pembahasannya lebih khusus, penulis harus mampu menunjukkan kontribusi buku terhadap diskursus akademik yang sudah ada.
Ada pula edited book atau buku suntingan yang terdiri atas beberapa bab dari penulis berbeda. Jenis ini membutuhkan koordinasi yang lebih kompleks karena editor harus menjaga konsistensi tema, kualitas setiap bab, gaya penulisan, dan hubungan antarbab.
Mengapa Penulis Memilih Penerbit Akademik Internasional?
Menerbitkan buku melalui penerbit akademik internasional dapat memberikan peluang untuk menjangkau pembaca di luar Indonesia. Namun, tujuan tersebut sebaiknya tidak hanya dipandang dari sisi prestise.
Penerbit akademik memiliki sistem editorial, produksi, distribusi, dan pemasaran yang membantu karya ilmiah memperoleh eksposur lebih luas. Taylor & Francis menyatakan bahwa dukungan terhadap penulis berlangsung sejak pengajuan proposal hingga tahap editorial, produksi, pemasaran, penjualan, dan setelah buku diterbitkan.
Jangkauan global juga relevan bagi penulis yang ingin membangun reputasi akademik internasional. Buku yang memiliki sasaran pembaca jelas dan kontribusi ilmiah kuat berpotensi digunakan sebagai referensi oleh akademisi dari berbagai negara.
Namun, perlu dipahami bahwa menerbitkan buku di penerbit internasional bukan jalan pintas untuk meningkatkan reputasi akademik. Kualitas penelitian, kebaruan gagasan, ketepatan metodologi, kualitas bahasa, dan kesesuaian dengan pasar akademik tetap menjadi faktor penting.
Cara Menerbitkan Buku Ilmiah di Taylor & Francis
Proses menerbitkan buku ilmiah pada dasarnya dimulai sebelum naskah selesai sepenuhnya. Salah satu perbedaan penting antara penerbitan buku akademik dan penerbitan mandiri adalah penulis biasanya perlu menawarkan ide buku melalui book proposal.
Taylor & Francis menjelaskan bahwa calon penulis dapat mengajukan proposal kepada Commissioning Editor yang menangani bidang sesuai topik buku. Proposal kemudian dinilai untuk melihat kesesuaian ide dengan program penerbitan dan potensi bukunya.
Tahapan sederhananya dapat digambarkan sebagai berikut:
- Menentukan ide dan tujuan buku.
- Mengidentifikasi pembaca sasaran.
- Meneliti katalog penerbit dan imprint yang sesuai.
- Menyiapkan book proposal.
- Menghubungi Commissioning Editor.
- Melewati penilaian awal.
- Menjalani external peer review apabila proposal lolos tahap awal.
- Menunggu persetujuan akhir dari publishing committee atau editorial board.
- Menandatangani publishing contract apabila disetujui.
- Menyelesaikan naskah dan mengikuti proses produksi hingga buku diterbitkan.
Urutan tersebut menunjukkan bahwa penulis tidak cukup hanya mengirimkan naskah. Proposal buku memiliki fungsi penting untuk menjelaskan mengapa buku tersebut perlu diterbitkan dan siapa yang akan membacanya.
Apa Saja Isi Book Proposal?
Book proposal merupakan salah satu bagian paling penting dalam proses penerbitan buku ilmiah. Proposal berfungsi sebagai dokumen yang membantu editor memahami ide, posisi, sasaran pembaca, serta potensi pasar buku.
Penulis perlu menjelaskan judul sementara, gagasan utama, tujuan buku, target pembaca, struktur bab, kontribusi terhadap bidang ilmu, serta informasi mengenai buku lain yang memiliki tema serupa.
Bagian tentang buku pesaing atau buku pembanding juga tidak boleh diabaikan. Penulis perlu menunjukkan bahwa dirinya memahami literatur yang sudah tersedia. Jika sudah ada buku dengan topik serupa, jelaskan perbedaan karya yang ditawarkan. Perbedaannya dapat berupa pendekatan teoritis, wilayah penelitian, metode, data, kelompok pembaca, atau perkembangan isu terbaru.
Misalnya, seorang peneliti memiliki buku berjudul sementara Artificial Intelligence in Indonesian Higher Education. Proposal yang kuat tidak hanya menyebutkan bahwa buku membahas kecerdasan buatan. Penulis perlu menjelaskan kontribusi khusus buku tersebut, misalnya fokus pada implementasi AI di perguruan tinggi Indonesia, kebijakan pendidikan, kesiapan dosen, etika penggunaan AI, dan studi kasus institusi pendidikan.
Pentingnya Menentukan Target Pembaca
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap buku ilmiah ditujukan untuk semua orang. Dalam praktik penerbitan akademik, target pembaca yang terlalu luas justru dapat membuat proposal menjadi kurang tajam.
Penulis perlu menentukan apakah buku ditujukan untuk mahasiswa sarjana, mahasiswa pascasarjana, dosen, peneliti, profesional, pembuat kebijakan, atau kombinasi kelompok tertentu.
Target pembaca akan memengaruhi gaya bahasa, kedalaman teori, jumlah contoh, struktur bab, hingga tingkat teknis pembahasan. Buku untuk mahasiswa tingkat awal tentu berbeda dengan monograf yang ditujukan kepada peneliti spesialis.

Proses Peer Review dalam Penerbitan Buku
Peer review menjadi salah satu bagian penting dalam penerbitan akademik. Dalam proses pengajuan buku Taylor & Francis, setelah proposal melewati penilaian Commissioning Editor, proposal dapat menjalani external peer review. Para ahli di bidang terkait memberikan masukan mengenai kualitas, cakupan, dan kelayakan karya. Setelah itu, proposal dapat diajukan kepada Publishing Committee atau Editorial Board untuk persetujuan akhir.
Tahapan ini menunjukkan bahwa penolakan atau permintaan revisi bukan selalu berarti penelitian penulis buruk. Editor dan reviewer dapat menemukan bahwa topik belum cukup berbeda dari buku yang sudah ada, struktur belum kuat, target pembaca belum jelas, atau kontribusi ilmiahnya perlu diperjelas.
Penulis sebaiknya memperlakukan komentar reviewer sebagai bagian dari proses pengembangan karya. Tanggapan yang sistematis dan berbasis argumentasi dapat membantu meningkatkan kualitas proposal maupun naskah.
Mempersiapkan Naskah Buku Ilmiah agar Lebih Kompetitif
Setelah proposal memiliki arah yang jelas, penulis perlu memastikan isi naskah mendukung klaim yang disampaikan dalam proposal. Jangan sampai proposal menjanjikan pembahasan tertentu, tetapi naskah akhirnya tidak memberikan kedalaman yang sesuai.
Kualitas referensi juga perlu diperhatikan. Buku ilmiah sebaiknya menggunakan sumber akademik yang relevan, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Penulis perlu membedakan antara sumber populer, sumber institusional, artikel jurnal, buku akademik, laporan penelitian, dan data primer.
Selain itu, konsistensi istilah sangat penting. Jika sebuah istilah teknis diterjemahkan atau didefinisikan dengan cara tertentu pada bab awal, penggunaannya harus konsisten pada bab berikutnya.
Untuk buku hasil penelitian, metodologi juga harus dijelaskan secara transparan. Pembaca akademik perlu memahami bagaimana data diperoleh, dianalisis, dan digunakan untuk menghasilkan kesimpulan.
Perhatikan Bahasa dan Gaya Penulisan Internasional
Penulis Indonesia yang ingin menerbitkan buku ilmiah internasional perlu mempertimbangkan kualitas bahasa Inggris jika buku ditulis dalam bahasa Inggris. Kesalahan tata bahasa, pilihan istilah, struktur kalimat, dan gaya akademik dapat mengganggu penyampaian gagasan meskipun penelitian yang dilakukan sebenarnya berkualitas.
Terjemahan langsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris juga tidak selalu menghasilkan academic writing yang natural. Penulis perlu memperhatikan cara menyusun argumen, menggunakan transisi antargagasan, dan menjelaskan konsep sesuai kebiasaan pembaca akademik internasional.
Taylor & Francis juga menyediakan dukungan editorial tertentu bagi penulis, termasuk layanan bantuan bahasa dan penyuntingan buku.
Namun, layanan editorial tidak berarti penulis dapat mengabaikan kualitas naskah awal. Semakin matang naskah yang diajukan, semakin mudah editor memahami nilai akademik yang ditawarkan.
Pilihan Open Access untuk Buku Ilmiah
Selain model penerbitan konvensional, penulis juga dapat mempertimbangkan open access. Dalam model ini, karya dapat diakses secara lebih terbuka oleh pembaca tanpa mekanisme pembelian buku seperti pada model tradisional.
Taylor & Francis menyatakan telah menerbitkan lebih dari 2.500 buku fully open access dan menyediakan proses khusus untuk pengajuan buku open access. Proposal tetap melalui evaluasi editor dan peer review sebelum dapat dilanjutkan ke tahap kontrak.
Open access dapat menjadi pilihan menarik bagi penelitian yang ingin memiliki jangkauan pembaca lebih luas. Akan tetapi, penulis harus memahami model pembiayaan, hak cipta, lisensi, dan ketentuan kontrak sebelum memilih opsi tersebut.
Dengan demikian, open access bukan sekadar persoalan membuat buku tersedia secara gratis. Penulis perlu mempertimbangkan sumber pendanaan, lisensi penggunaan, kebutuhan institusi, dan tujuan diseminasi penelitian.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Penulis
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari sejak tahap awal. Kesalahan pertama adalah mengirim proposal tanpa mempelajari katalog penerbit. Penulis seharusnya memahami apakah topiknya benar-benar sesuai dengan bidang dan daftar buku yang diterbitkan.
Kesalahan kedua adalah proposal terlalu berfokus pada isi penelitian tetapi tidak menjelaskan nilai buku bagi pembaca. Editor bukan hanya perlu mengetahui apa yang diteliti, tetapi juga mengapa penelitian tersebut layak dikembangkan menjadi buku.
Kesalahan ketiga adalah tidak menjelaskan perbedaan dengan buku yang sudah tersedia. Jika sudah terdapat banyak buku mengenai topik serupa, penulis harus menunjukkan celah yang ingin diisi.
Kesalahan lainnya adalah menganggap judul akademik yang panjang otomatis terlihat ilmiah. Judul sebaiknya tetap spesifik tetapi mudah dipahami. Judul yang terlalu kompleks dapat menyulitkan editor memahami fokus utama buku.
Tips Praktis agar Proposal Lebih Meyakinkan
Sebelum mengirim proposal, lakukan riset terhadap katalog buku penerbit. Perhatikan judul, tahun terbit, target pembaca, struktur buku, serta tema yang sedang berkembang.
Selanjutnya, buat satu kalimat yang menjawab pertanyaan sederhana: “Mengapa buku ini perlu diterbitkan?” Jika jawaban tersebut belum jelas, kemungkinan besar proposal juga belum cukup kuat.
Penulis juga sebaiknya membuat struktur bab yang logis. Setiap bab harus memiliki fungsi yang jelas dan saling berhubungan. Hindari membuat daftar bab hanya berdasarkan bagian-bagian penelitian tanpa memikirkan pengalaman pembaca.
Selain itu, siapkan profil akademik yang relevan. Pengalaman penelitian, publikasi, pengajaran, keahlian profesional, atau keterlibatan dalam bidang tertentu dapat membantu editor melihat kompetensi penulis dalam mengembangkan topik tersebut.
Terakhir, jangan terburu-buru mengirim proposal. Lakukan penyuntingan, periksa konsistensi data, pastikan referensi memadai, dan mintalah rekan sejawat membaca proposal sebelum dikirim.
Contoh Strategi untuk Penulis dari Indonesia
Sebagai ilustrasi, seorang dosen di Indonesia memiliki hasil penelitian mengenai transformasi digital dalam pendidikan tinggi. Penelitian tersebut awalnya ditulis dalam bentuk laporan akademik dan beberapa artikel jurnal.
Daripada langsung mengubah laporan penelitian menjadi buku, penulis dapat mengembangkan gagasan menjadi monograf yang memiliki fokus lebih luas. Misalnya, buku membahas transformasi digital perguruan tinggi dari sisi teknologi, kesiapan sumber daya manusia, kebijakan, keamanan data, dan pengalaman mahasiswa.
Setelah konsep tersebut terbentuk, penulis dapat menentukan pembaca utama, melakukan pemetaan buku yang sudah diterbitkan, memilih imprint yang relevan, kemudian menyusun book proposal.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa menerbitkan buku ilmiah bukan sekadar memindahkan skripsi, tesis, disertasi, atau laporan penelitian ke dalam format buku. Naskah perlu dikembangkan kembali agar memiliki alur argumentasi, kedalaman pembahasan, dan nilai baca sebagai sebuah buku.
Perbedaan Mengubah Skripsi, Tesis, atau Disertasi Menjadi Buku
Hasil penelitian akademik memang dapat menjadi bahan awal untuk buku ilmiah, tetapi struktur keduanya tidak selalu sama. Skripsi, tesis, dan disertasi terutama ditulis untuk memenuhi persyaratan akademik, sedangkan buku diterbitkan untuk dibaca oleh komunitas yang lebih luas.
Oleh karena itu, penulis perlu mengurangi bagian yang terlalu administratif, memperkuat narasi akademik, memperjelas kontribusi utama, dan menyesuaikan struktur dengan kebutuhan pembaca.
Misalnya, bagian metodologi dalam disertasi yang sangat panjang dapat diringkas dalam buku apabila detail tersebut tidak seluruhnya diperlukan oleh pembaca. Sebaliknya, pembahasan teori atau implikasi penelitian dapat dikembangkan agar memberikan nilai yang lebih besar.
Perubahan tersebut harus tetap mempertahankan integritas ilmiah. Data tidak boleh dimanipulasi hanya demi membuat buku lebih menarik, dan sumber penelitian harus tetap dicantumkan secara tepat.
Memahami Kontrak dan Hak Penulis
Sebelum menyetujui kontrak penerbitan, penulis perlu membaca seluruh ketentuan dengan teliti. Beberapa hal yang penting dipahami antara lain hak cipta, lisensi, wilayah distribusi, format penerbitan, royalti, hak penggunaan kembali materi, serta ketentuan terkait edisi berikutnya.
Jangan hanya berfokus pada nama besar penerbit. Kontrak merupakan dokumen hukum yang menentukan hubungan antara penulis dan penerbit dalam jangka panjang.
Jika terdapat istilah kontrak yang tidak dipahami, penulis dapat meminta penjelasan kepada editor atau mempertimbangkan konsultasi profesional sebelum menandatangani dokumen. Kejelasan sejak awal dapat mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.
Strategi Setelah Buku Diterbitkan
Pekerjaan penulis tidak selalu selesai ketika buku sudah diterbitkan. Taylor & Francis menyediakan berbagai sumber daya pemasaran untuk membantu penulis mempromosikan buku dan meningkatkan dampaknya.
Penulis dapat memanfaatkan jaringan akademik, seminar, konferensi, media sosial profesional, situs institusi, dan komunitas penelitian untuk memperkenalkan buku kepada pembaca yang relevan.
Promosi sebaiknya tidak dilakukan hanya dengan mengatakan bahwa buku telah terbit. Buat konten yang menjelaskan masalah yang dibahas buku, temuan penting, siapa yang dapat memanfaatkannya, serta mengapa topik tersebut relevan.
Dengan strategi tersebut, buku tidak hanya menjadi produk yang tersimpan dalam katalog penerbit, tetapi juga dapat menjadi bagian dari diskusi akademik yang lebih luas.
Rekomendasi bagi Calon Penulis Buku Ilmiah Internasional
Bagi akademisi yang baru pertama kali ingin menerbitkan buku internasional, langkah terbaik adalah memulai dari pemetaan ide. Tentukan terlebih dahulu kontribusi utama buku, pembaca yang dituju, dan alasan mengapa topik tersebut penting.
Setelah itu, pelajari penerbit dan imprint yang sesuai. Jangan memilih penerbit hanya berdasarkan popularitas. Kesesuaian bidang, reputasi akademik, model penerbitan, proses editorial, jangkauan distribusi, serta ketentuan kontrak perlu menjadi pertimbangan.
Penulis juga sebaiknya membangun naskah secara bertahap. Tidak perlu menunggu seluruh buku selesai untuk mulai memikirkan penerbit. Dengan memahami kebutuhan proposal sejak awal, struktur penelitian dapat diarahkan menjadi buku yang lebih kuat.
Baca Juga : Pendampingan Profesional dalam Penyusunan Naskah Artikel Akademik
Kesimpulan
Taylor & Francis merupakan salah satu penerbit akademik global dengan sejarah panjang dan cakupan bidang yang luas. Melalui imprint seperti Routledge dan CRC Press, penerbit ini menawarkan berbagai program buku untuk humaniora, ilmu sosial, pendidikan, sains, teknologi, teknik, kedokteran, dan bidang akademik lainnya.
Cara menerbitkan buku ilmiah di Taylor & Francis tidak dimulai dengan sekadar mengirimkan naskah. Penulis perlu menyiapkan ide buku, menentukan target pembaca, melakukan riset terhadap katalog penerbit, menyusun book proposal, dan mengajukannya kepada Commissioning Editor yang sesuai. Proposal yang lolos penilaian awal dapat menjalani external peer review sebelum memperoleh persetujuan akhir dan kontrak penerbitan.
Bagi penulis Indonesia, peluang menerbitkan buku melalui penerbit akademik internasional dapat menjadi langkah untuk memperluas jangkauan penelitian dan membangun kontribusi keilmuan di tingkat global. Namun, proses tersebut membutuhkan persiapan matang, kualitas akademik, kemampuan menyesuaikan naskah dengan pembaca internasional, serta pemahaman terhadap proses editorial dan kontrak.
Jika naskah berasal dari skripsi, tesis, disertasi, atau hasil penelitian yang ingin dikembangkan menjadi buku ilmiah, pendampingan akademik dapat membantu pada tahap pemetaan ide, penyusunan struktur, pengembangan pembahasan, penyuntingan akademik, hingga persiapan proposal penerbitan. Dengan persiapan yang tepat, karya penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi buku yang lebih komunikatif, bernilai ilmiah, dan berpotensi menjangkau pembaca internasional.
Punya naskah dan ingin diterbitkan dengan hasil profesional? Kami menyediakan layanan lengkap mulai dari editing, tata letak, desain cover, hingga proses cetak berkualitas. Wujudkan karya Anda menjadi buku yang rapi, menarik, dan siap bersaing. Hubungi kami melalui Admin Haqqi Publisher atau bergabung dengan Channel kami untuk ketahui lebih lebih lengkap seputar layanan.
